Taukah,rasanya jauh dari orang tua??
Mencoba jadi orang besar?mandiri tepatnya?
Butuhproses yang lama,dari pertama aku dilepaskan 6 tahun
silam,di sebuah tempat penuh ilmu,penuh keramaian,penuh dari semua ilmu yang belum pernah aku tau
sebelumnya,,
Yaa,6 tahun yang lalu,aku telah dimasukkan ke pondok
pesantren yang sekaligus mendapatkan ilmu umum atau sekolah formal
tepatnya,mungkin usia masih kecil,12 tahun,fikirku itu masih kecil,baru sekedar
mencuci saja,masih terkopoh-kopoh,memberi pewangi baju saja belum bisa.
Teringat,malam
saat aku akan berangkat ke pondok pesantren,aku diajari cara mencuci,dari mulai
merendam sampai membilas,benar-benar waktu
masih manja sekali,seperti anak balita dinasehati sebelum keluar rumah untuk pertama kalinyaaa,,
Benarkah pilihanku itu akan membawaku ke jalan terbaikku
kelak,,aku tidak tefikir tentang hal itu,,waktu itu hanya pilihan dari orang
tua yang aku turuti dan ada minat dari hatiku,hati yang belum terpengaruh oleh
apapun,,
Saat
sampai,aku terpukau,banyak sekali orang disini,banyak sekali mobil
disini,,memang aku dari golongan orang biasa,aku berangkat hanya menggunakan
mobil angkutan desa yang bisa mondar mandir depan rumah,setelah semua
beres,,waktu yang mengharukan,aku akan ditinggal pulang oleh kedua orangtuaku
adikku,dan sanak keluarga yang mengantarkan ku waktu itu yang memang bisa
dibilang banyak orang ,,”hati-hati ya da,belajar yang rajin,semoga betah
disini”kata emakku,”iya mak”hanya kata itu yang bias aku ucapkan”stngah agak
menangis,anak kecil mencoba mandiri,,hmm begitulah,,waktu malam tiba,teman
kamarku semakin banyak,,semakin banyak juga yang menangis karena tidak mau di
tinggal orang tuanya,ada si kakak kelas yang berada dikamar dia biasa kita
panggil ketua kamar,dia pontang panting sana sini untuk mengurus anak yang
menangis,maklumlah anak smp gituu,,
Seminggu
disana,,hari jum’at aku dijenguk
Senang
rasanya bisa bertemu emak dan bapak,,terlihat dari kejauhan emak telah
senyum,aku pun lari dari depan kamar,dan memeluknya,,teduhnya hati ini,tak terasa
bersama itu,aku meneteskan air mata,si anak manja meneteskan air mata,,cukup
mengharukan,,da saat itu juga aku tidak
tau apa ekspresi bapakku,,mungkin juga ikut terharu,sampai aku bicarapun
terbata-bata,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar