Selasa, 12 Januari 2016

little



Taukah,rasanya jauh dari orang tua??
Mencoba jadi orang besar?mandiri tepatnya?
Butuhproses yang lama,dari pertama aku dilepaskan 6 tahun silam,di sebuah tempat penuh ilmu,penuh keramaian,penuh dari  semua ilmu yang belum pernah aku tau sebelumnya,,
Yaa,6 tahun yang lalu,aku telah dimasukkan ke pondok pesantren yang sekaligus mendapatkan ilmu umum atau sekolah formal tepatnya,mungkin usia masih kecil,12 tahun,fikirku itu masih kecil,baru sekedar mencuci saja,masih terkopoh-kopoh,memberi pewangi baju saja belum bisa.
                Teringat,malam saat aku akan berangkat ke pondok pesantren,aku diajari cara mencuci,dari mulai merendam sampai membilas,benar-benar waktu  masih manja sekali,seperti anak balita dinasehati  sebelum keluar rumah untuk pertama kalinyaaa,,
Benarkah pilihanku itu akan membawaku ke jalan terbaikku kelak,,aku tidak tefikir tentang hal itu,,waktu itu hanya pilihan dari orang tua yang aku turuti dan ada minat dari hatiku,hati yang belum terpengaruh oleh apapun,,
                Saat sampai,aku terpukau,banyak sekali orang disini,banyak sekali mobil disini,,memang aku dari golongan orang biasa,aku berangkat hanya menggunakan mobil angkutan desa yang bisa mondar mandir depan rumah,setelah semua beres,,waktu yang mengharukan,aku akan ditinggal pulang oleh kedua orangtuaku adikku,dan sanak keluarga yang mengantarkan ku waktu itu yang memang bisa dibilang banyak orang ,,”hati-hati ya da,belajar yang rajin,semoga betah disini”kata emakku,”iya mak”hanya kata itu yang bias aku ucapkan”stngah agak menangis,anak kecil mencoba mandiri,,hmm begitulah,,waktu malam tiba,teman kamarku semakin banyak,,semakin banyak juga yang menangis karena tidak mau di tinggal orang tuanya,ada si kakak kelas yang berada dikamar dia biasa kita panggil ketua kamar,dia pontang panting sana sini untuk mengurus anak yang menangis,maklumlah anak smp gituu,,
                Seminggu disana,,hari jum’at aku dijenguk
                Senang rasanya bisa bertemu emak dan bapak,,terlihat dari kejauhan emak telah senyum,aku pun lari dari depan kamar,dan memeluknya,,teduhnya hati ini,tak terasa bersama itu,aku meneteskan air mata,si anak manja meneteskan air mata,,cukup mengharukan,,da saat  itu juga aku tidak tau apa ekspresi bapakku,,mungkin juga ikut terharu,sampai aku bicarapun terbata-bata,,