GRADASI KEHIDUPAN
Kepala menengadah keatas kulihat nama di papan itu,nama yang tak
asing lagi di mata, telinga, mulut dan seluruh badan ini, setelah sekian lama
mengisi liburanku di kampung halaman dan hari ini jam ini, detik ini juga, aku
akan mulai lagi mencari ilmu,disinilah tempat ku akan tinggal beberapa tahun
kedepan untuk menggali banyak ilmu di dalamnya,inilah pesantrenku pesantren
tercinta,pesantren suka citaku,suka dukaku,rumah keduaku..pondok pesantren Salafy,dan
inilah aku Rufiatulfanny 18 tahun aku telah mempunyai nama ini, berdiri di bumi
ini,18 tahun pula aku telah merepotkan kedua orangtuaku. Kita semua hebat, ya
orang yang hebat,dengan status kita santri dan mahasiswa dua kata yang
bermakna yang mana kita bisa menjalani
hidup layaknya si katak amfibi yang bisa hidup di dua dunia.
☺
Kerudung rapi,baju rapi,tas sudah dipunggung,sepatu sudah bersiap
untuk hari ini,ya, hari pertamaku menjadi seorang mahasiswa,dengan langkah
tersemangatku aku menuju ke tempat parkir sepeda di samping kantor pondok,dan langkah pertamaku, aku awali dengan
bismillah, belum sampai di parkiran sudah ada seorang bapak menghampiriku,lalu
berkata”yang mana sepedanya?”kata bapak itu sambil melihat parkiran sepeda,
”itu pak yang orange “ kataku sambil menunjuk sepeda orange
kesayanganku bentuknya khas sepeda wanita yang didepannya terdapat keranjang
untuk aku menaruh tas didalamnya,sepeda itu aku dapatkan dari ibuku,konon
sepeda itu pula yang mengantarkan ibuku sekolah pada zaman tsanawiyah dulu.Kawan,sampai
sekarangpun aku harus berkali kali menyadarkan diriku sendiri bahwa aku ini ” mahasiswa”,yang dulu hanya bisa ku
lihat di televisi.
Selesai bapak itu mengeluarkan sepeda tak lupa ku ucapkan
terimakasih padannya dan dari tempat parkiran aku langsung menggayuh dengan
semangat 45 bahkan lebih ,melebihi semangat bung tomo dalam memproklamirkan
semangat arek arek suroboyo,aku langsung melenggangkan sepedaku ke arah timur
lalu belok kiri menuju arah utara,selagi bersepeda aku sibuk mengintai kanan
kiri jalan tempat sepedaku melaju,yang ku temui bukanlah pohon jambu bukan pula
bukit bukit bukan pula ilalang tinggi bukan pula suara khas jangkrik sawah dan capung berterbangan bebas diatas
menguningnya hamparan padi seperti saat aku pergi ke sawah di desa kampung
halaman ku di Kendal sana,,yang ku dapati disini bangunan bangunan mulai dari
kantor Pengadilan Agama,kampus Universitas Ahmad Dahlan ,kampus Universitas Tekhnologi
Yogyakarta,Kampus APMD,ohh,,inilah kota ku,,kota ku akan mencari ilmu,banyak
ilmu untuk masa depanku kelak,seakan ingin selalu kucubit tanganku,,dan katakan
“ini jogja ...ruf ini jogja”...
Tiba tiba dari arah belakangku ada sebuah sepeda motor dengan
kecepatan lebih dari 80 km/jam melewatiku dan hampir saja akan terjadi
kecelakaan,mungkin anggapan pengendara itu,jalan ini area balapan,dan seketika
pula membuyarkan lamunanku.dengan terseol aku mencoba menyeimbangkan sepedanya.dan
10 menit kemudian aku sudah tiba di kampus.
“ Ayo ruf ,,kita udah telat nii” kata nurmala sambil memarkirkan
sepedanya dengan terburu-buru.
”iya .. ndut,eh ndut kira-kira tadi siapa ya,seenaknya aja naik
motor,kayak sengaja gitu nabrak aku ndut” rufi membahas motor yang tadi hampir
menabrak sepedanya.Nurmala adalah teman rufi semasa SMP mungkin keakrapan mereka sudah melebihi upin
ipin,dimana ada rufia pasti ada nurmala dan begitu sebaliknya,dan panggilan
ndut dari rufi untuk nurmala karena badan nurma yang gemuk seperti artis nunung
di acara tv OVJ.
”aku ga taulah ruf,,jangan su’udzon juga dong,udah lah ga usah
dipikir,udah telat ni,masak kesan pertama mau membawa luka??”kata nurmala tak
lupa dengan kata kata puitis karyanya .
“iya,tau yang anak sastra..”goda rufi dengan lirikan ejekannya
untuk nurmala
☺
Maafkan aku pondokku aku belum bisa membawa namamu membumbung
bangga di angkasa raya di galaxy bimasakti berputar bersama rotasi bumi,bersama
rasi bintang yang mekar diawan,, siang itu ada tes baca tulis al-Qur’an di
kampus dan aku mendapat nomor urut 1,
” ayo nomor urut satu!”seru bapak separuh baya yang akan mengujiku.
“a’udzubillahi mina syaithon nirajim..”ku awali dengan ta’awudz
pembacaan Qur’an ini,dan ku lanjutkan
dengan membaca surat al-baqoroh.namun belum sampai selesai satu halaman bapak
yang bernama Ali itu memberhentikan bacaanku.
“heh,kok masih salah salah gitu mbacanya??” pertanyaan datang
kepadaku dengan nada tinggi khas orang paruh baya.
“maaf pak,tadi belum sempat tadarus”jawabku sambil enundukkan
kepala
“orang mana?”Tanya pak ali lagi masih dengan nada yang sama.
“hmm saya orang Kendal pak”jawabku seadanya.
“disini ngekost apa mondok?” kembali bapak yang berlogat jawa ini menimpakan
pertanyaan kepadaku
”mmmonnn..dok pak”aku mencoba menjawab dengan terbata-bata.
”oh mondok ning di?”dengan nada yang tetap seperti
tadi namun kini ditambah dengan tatapan tajam kepadaku
“salafy pak”jawabku pasrah
Dan bapak itu hanya mengangguk angguk,lalu bicara kembali
“mondok disitu kok baca Qur’annya belum lancar,hmm ya belajar
ngajinya yang rajin ,jangan disepelekan ni baca Al-Qur’an dan belajar makhroj
serta tajwidnya.”kata pak ali dengan muka sinis yang belum pernah ku dapati
selama ini,bersama itu juga aku merasakan ada seribu jarum tertancap di
hatiku,dan aku berkata dalam hati”ini salahku,bukan salah pondokku pak”.
Lalu aku dipersilahkan meninggalkan ruangan tes.
Kadang nasehat datang juga tidak dari nada bicara yang pelan,kadang
juga datang lewat kritikan,dengan nada tinggi yang menyakitkan hatimu,kawan.Nah,itu
yang membuatmu terbangun.
☺☺
Sudah hampir satu jam aku berada disini menatap luas langit gelap
itu,dengan gemerlapnya bintang penghias malam dengan unik formasi rasinya,dan
si bulan bersinar dengan bangganya karena hanya satu dan dikelilingi oleh
ribuan bintang ,dan di bawah sana masih samar samar terdengar suara orang
berbincang bincang,langit itu ya langit itu mungkin dialah pendengar curahan
hatiku meski tanpa balas darinya,dan saksi bisu dari segala kegiatan ku selama
ini,dulu mungkin 3 tahun yang lalu aku pernah mencoba berkata pada
langit,”lang,kini aku melihatmu disini di Kendal,aku yakin esok aku akan
menatapmu lagi ditempat yang penuh dengan ilmu penuh dengan hal-hal yang
baru..”
suara microphone berbunyi,suasana mulai pengap di dalam ruangan
ukuran 10 x 7 m yang kami sebut aula, dengan dibantu oleh dua kipas angin yang
mulai encok karena terkadang mulai mengelurakan suara gemletuk, namun itu
sangat membantu mentransfer angin untuk kami yang berada dibawahnya.saat itu
pula beberapa santri yang menggunakan mukena putih terlihat seperti burung pelatuk sedang mematuk matuk kayu. mereka tak kuasa
menahan kantuk,tak terkecuali aku yang beusaha agar tak seperti mereka yang
mengangguk angguk. bersama itu fikiranku sedang membual bual keluar dari aula menuju
ke bayangan lelaki yang kemarin hampir menabrakku,dan kini lelaki itu benar
benar menabrakku dan sepedaku, seketika itu pula aku terjatuh dan kepalaku
bertatapan dengan aspal,namun pada saat itu aspal jalan telah berubah menjadi
lantai aula,dan dengan malu aku tersadar,dan melihat sekelilingnya telah
tertahan tahan menertawakanku
“rufi ngantuk
ya”Tanya mbak fatma dengan memegang pundakku
“hmm,,iya mbak,maaf mbak”dengan mataku yang merah dan sayup sayup aku
tetap menjawabnya.mbak fatma adalah ta’mir di pondok Salafy yang selalu
mengawasi anak-anak saat berlangsungnya mujahadah.
☺
Entah kenapa akhir akhir ini nurmala sering menjauhiku,apa karena
peristiwa kemarin,aku pergi ke pasar dan tak mengajakknya.entahlah,aku tidak
merasa salah dengannya,biar saja nanti kalau butuh ya datang padaku.
Saat ngaji..
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ
أَبِي فُدَيْكٍ أَخْبَرَنَا الضَّحَّاكُ وَهُوَ ابْنُ عُثْمَانَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ
عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثَةِ
أَيَّام
“Tidak halal bagi seorang mukmin untuk tak bersapaan dgn saudaranya
(sesama muslim) lebih dari tiga hari. [HR.
Muslim No.4644].”kata ustad nur saat ngaji sore tentang bab ahklaq,sontak hatiku
menggeliat, cahaya itu datang,cahaya disini
aku sebut jika apa yang dikatakan ustad sesuai dengan suatu kesalahan apa yang
aku lakukan dekat dengan nasihat itu dikatakan.entah itu sekedar kebetulan atau
tidak, tapi tak ada di dunia ini yang namanya kebetulan ,,husnudzon saja ini
datang dari Allah,untuk mengingatkan ku agar selalu dalam jalanNya lewat
perantar ustad ustadku,selesai mengaji aku menghampiri nurma
“nurma kamu kenapa e kok diem sama aku”aku coba membuka percakapan
“ga papa,siapa juga yang ndiemin kamu,aku biasa aja kok ruf”jawab
nurma dengan datar
“aku ga pernah mendapati kamu seperti ini nurma,pasti ada yang kamu
simpan,ingatkan hadist yang tadi ustad jelaskan,tidak halal bagi seorang mukmin
yang tak bersapaan dengan saudaranya lebih dari tiga hari”jawabku sambil
mengingat ingat hadist tadi
“tapi kita diem dieman belum tiga hari kok ruf baru dua hari”jawab
nurma yang santai sambil bangun dari duduknya seraya berdiri ingin meninggalkan
kelas,
Kucoba pegang tangan nurma untuk menghalangi dia beranjak dari
tempat duduk,serasa di dalam film dengan adegan slow motion
“tunggu nurma,kamu harus cerita sama aku”muka termelasku sudah
kukeluarkan saat itu
“hmmmm,,ya aku cerita,gini ruf,sudah seminggu ini bapak ibuku
jarang menghubungi ku,bahkan sebulan ini aku sudah tidak pernah ditransfer lagi
jadii,,,”lama kelamaan suara nurma terbenam dalam tangisnya”
Ternyata itu masalah nurma, orang yang terkenal periang itu bisa
menangis juga,aku coba menghiburnya
“oke,jadi itu masalahmu,jangan khawatir ndut,masih ada aku,aku
sudah seperti saudaramu,pakai saja dulu uangku untuk keperluanmu,aku tak
masalah,lagi pula kita punyakan tabungan yang sudah kita kumpulkan dari smp
dulu?”kataku menenangkan nurma,sudah seperti kakak kepada adiknya.
“aku tak mungkin menggunakan tabungan itu”kata nurma dengan nada
tersengguk karena sambil menangis.
“sudah pakai saja ndut”kataku bijaksana
Dengan isyarat anggukan berarti nurmala setuju dengan usulanku
tadi,dan masalah berdiam diaman selama tiga kurang satu hari ini pun selesai.
☺
Suara diesel nyaring menderu ,ilmu,cinta,canda,duka, rasa itu sudah
ada dan sudah biasa ada di sini ya,,di hati ini,Dan semua ini adalah hiasan
dunia,yang mana kamu hanya sebagai orang asing yang sekedar singgah nikmati hidup ini kawan,hari ini adalah
hari pertama di unggahnya nilai selama semester 1,dan saat itu pula aku sudah
siap siap untuk melihat nilai nilainya.
“astaghfirullah,,”dengan megang kepalaku seperti orang frustasi mendapati uang 1
miliyarnya hilang.
Kabel yang ruwet saja untuk membuka keruwetannya butuh kesabaran ketelatenan
,apalagi dengan masalah manusia pastilah harus sama seperti itu,,hawa yang
dingin hujan deras disertai angin yang saat saat seperti itu mendukung untuk
tidur,hawa mengantukpun datang,terdengar samar-samar suara rebana yang sedari
tadi pagi tak henti-hentinya bedendang ,hawa gundahpun terasa dalam tubuh ini,anak
gadis yang menginjak masa remajanya ,yang bisa ku lakukan hanya merenung karena
sehabis melihat nilai ujiannya yang lumayan mengecewakan,aku merasa bersalah
atas hasil nilainya yang jika orang tuaku tau pasti akan menyesal menyekolahkan
anaknya jauh-jauh dan menghabiskan uang saja.
“aku hanya bisa merepotkan orang tuaku,sama sekali tak ada balas
budi sebiji jagungpun aku kepada orangtuaku”kataku dalam hati sembari memandang
ke rintik hujan yang turun saat itu.
Di dalam hatiku ada tekad untuk maju,tapi juga ada kebimbangan yang
menyertai,jalan apakah yang akan aku tempuh untuk membalas segala jasa orang
tuanya itu,sesalpun sesekali datang dalam benakku.”kenapa aku ambil jurusan
ini?apakah aku hanya berfikir pendek sama seperti orang yang bunuh diri?apakah
ini memang jalan dari Allah?.sesalnya terus dalam hati.ada pepatah yang
mengatakan bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan,mungkin pepatah inilah
yang pas untukku, mahasiswa jurusan psikologi di universitas yang terletak di
Yogyakarta.
Dalam benakku
berkeyakinan bahwa dalam kejadian ini ada pesan Allah yang terselip disana,dari
kejadian ini harus membuatku lebih maju dan giat belajar.
“heeey”sentak
nurmala yang membuyarkan lamunan rufia.”kenapa kamu ruf?udah sok kaya artis
lagi acting galau ajaa?canda nurmala kepada rufia,nurmala memang seorang yang
funny friendly,seperti tak punya beban dalam hidupnya.
”genduttt,,ga baik tau ngagetin orang tu,ntar kalau aku kena
serangan jantung mendadak gimana?mau tanggung jawab?”gerutu rufia,karena
tingkah nurmala yang emang kadang nyebelin.
”aku kan your friend ruf,ga suka aku liat temanku yang imut ini
tambah imut gara-gara manyun galau melulu,cerita napa?”.canda nurmala lagi agar
menghilangkan kesedihan yang ada pada air wajah rufia.
”apasih aneh emang kamu tu ndut,udah udah aku Cuma lagi gundah aja
sama nilaiku,” rufia mencoba bercerita dengan nurmala.
” oh yaudah itu tandanya kamu harus belajar yang tekun,setekun ibu
dan bapakmu merawatmu sampai segede ini.”tukas nurma menasehati rufia.
Disepertiga malamku ini,aku
adukan semua keluh kesahku hari ini,bahkan semua kegiatanku selama aku hidup,
kepada Allah,Sang Pencipta alam semesta ini segala kesenangan kesedihan Saat ku
merasa paling kecil paling ga bisa paling bodoh paling teraniaya paling tak
sempurna ditertawakan di cerca di hina di campakkan aku dapatkan semangat namun
kadang tak tercapai,Pukul 02:22 mata rufi masih ada di depan layar bentuk persegi
panjang ukuran 14 inch,berkutat dengan huruf abjad,yang dirangkai rangkai
menjadi paragraph paragraph yang sesuai dengan judul ,suara diesel itupun masih
saja menderum walau sampai jam segini,begitu pula otak ini yang masih menderum
memutar balikkan ide untuk mengerjakan tugas makalah psikologi.
☺
Hari ini adalah hari persentasi rufi tentang hasil makalah
psikologinya,buku buku referensi sudah siap, materi sudah siap penuh di
otak,tibalah saat persentasi
“Assalamu’alaikum,oke untuk siang hari ini saya akan
mempersentasikan tentang pengaruh music terhadap psikologi manusia...”
Setelah kurang lebih 45 menit persentasi selesai tepuk tangan
menyeruak memenuhi ruang kuliah tempat rufi persentasi,hatinya merasa puas dan
lega dengan semua usahanya,karena saat itu pula dipilih untuk mewakili
universitas dalam lomba karya ilmiah tingkat nasional.
☺
Jauh mata memandang hanya bayanganmu yang ada, mata itu seindah
aurora di kutub utara sana,kawan ingatkah perjuangan kita yang memang tak
sebanding dengan perjuangan lintang lascar pelangi untuk berangkat sekolah
dengan harus melewati buaya,atau sulitnya alif(negri 5 menara)menyambung
hidupnya di bandung.Kawan,aku tak akan melupakan semua semua kisah di pesantren
dan disanalah tempat kita tinggal selama ini..warna saja mempunyai tingkatan
untuk menjadi cerah, ya mereka punya gradasi dalam susunan warnanya, dan semua
itu perlu proses ,ya begitu pula hidup ini perlu proses untuk menjadi orang
yang benar benar orang,kawan ku tulis semua ini untuk kisah kita agar selalu
ada dan terkenang kapanpun,waktu memang tak bisa diulang,walaupun mau, tak
mungkin kan kita pinjam alat doraemon ?untuk mengulang waktu itu,dan kita
sekarang akan bertempur dengan pasukan godaan menuntut ilmu,persiapkan baju
besi keistiqomahanmu ,tameng do’amu,dan pedang usahamu untuk menghadapi pasukan
godaan menuntut ilmu.
Yogyakarta,17:24
@gradafida
Afifah Ikram Mufidah