Selasa, 19 Juli 2016

yang terdalam dari hati..





yang terdalam dari hati..

Sakit yang mengasyikkan, mungkin itu hanya dialami orang bodoh seperti aku, semenjak kau hilang dipersimpangan aku masih disini, namun biarlah bila persimpangan itu adalah persinggahan terindahmu sebelum kau benar-benar pulang ke rumah aslimu, biarlah janji-janjimu menjadi uap yang menjadi awan dan bisa turun bersama rintik hujan, setidaknya itu bisa bermanfaat untuk oranglain.


 Kulonprogo, 21:15 19 juli 2016

gradafida

Selasa, 12 Januari 2016

little



Taukah,rasanya jauh dari orang tua??
Mencoba jadi orang besar?mandiri tepatnya?
Butuhproses yang lama,dari pertama aku dilepaskan 6 tahun silam,di sebuah tempat penuh ilmu,penuh keramaian,penuh dari  semua ilmu yang belum pernah aku tau sebelumnya,,
Yaa,6 tahun yang lalu,aku telah dimasukkan ke pondok pesantren yang sekaligus mendapatkan ilmu umum atau sekolah formal tepatnya,mungkin usia masih kecil,12 tahun,fikirku itu masih kecil,baru sekedar mencuci saja,masih terkopoh-kopoh,memberi pewangi baju saja belum bisa.
                Teringat,malam saat aku akan berangkat ke pondok pesantren,aku diajari cara mencuci,dari mulai merendam sampai membilas,benar-benar waktu  masih manja sekali,seperti anak balita dinasehati  sebelum keluar rumah untuk pertama kalinyaaa,,
Benarkah pilihanku itu akan membawaku ke jalan terbaikku kelak,,aku tidak tefikir tentang hal itu,,waktu itu hanya pilihan dari orang tua yang aku turuti dan ada minat dari hatiku,hati yang belum terpengaruh oleh apapun,,
                Saat sampai,aku terpukau,banyak sekali orang disini,banyak sekali mobil disini,,memang aku dari golongan orang biasa,aku berangkat hanya menggunakan mobil angkutan desa yang bisa mondar mandir depan rumah,setelah semua beres,,waktu yang mengharukan,aku akan ditinggal pulang oleh kedua orangtuaku adikku,dan sanak keluarga yang mengantarkan ku waktu itu yang memang bisa dibilang banyak orang ,,”hati-hati ya da,belajar yang rajin,semoga betah disini”kata emakku,”iya mak”hanya kata itu yang bias aku ucapkan”stngah agak menangis,anak kecil mencoba mandiri,,hmm begitulah,,waktu malam tiba,teman kamarku semakin banyak,,semakin banyak juga yang menangis karena tidak mau di tinggal orang tuanya,ada si kakak kelas yang berada dikamar dia biasa kita panggil ketua kamar,dia pontang panting sana sini untuk mengurus anak yang menangis,maklumlah anak smp gituu,,
                Seminggu disana,,hari jum’at aku dijenguk
                Senang rasanya bisa bertemu emak dan bapak,,terlihat dari kejauhan emak telah senyum,aku pun lari dari depan kamar,dan memeluknya,,teduhnya hati ini,tak terasa bersama itu,aku meneteskan air mata,si anak manja meneteskan air mata,,cukup mengharukan,,da saat  itu juga aku tidak tau apa ekspresi bapakku,,mungkin juga ikut terharu,sampai aku bicarapun terbata-bata,,



Rabu, 24 September 2014

gradasi kehidupan



GRADASI KEHIDUPAN

Kepala menengadah keatas kulihat nama di papan itu,nama yang tak asing lagi di mata, telinga, mulut dan seluruh badan ini, setelah sekian lama mengisi liburanku di kampung halaman dan hari ini jam ini, detik ini juga, aku akan mulai lagi mencari ilmu,disinilah tempat ku akan tinggal beberapa tahun kedepan untuk menggali banyak ilmu di dalamnya,inilah pesantrenku pesantren tercinta,pesantren suka citaku,suka dukaku,rumah keduaku..pondok pesantren Salafy,dan inilah aku Rufiatulfanny 18 tahun aku telah mempunyai nama ini, berdiri di bumi ini,18 tahun pula aku telah merepotkan kedua orangtuaku. Kita semua hebat, ya orang yang hebat,dengan status kita santri dan mahasiswa dua kata yang bermakna  yang mana kita bisa menjalani hidup layaknya si katak amfibi yang bisa hidup di dua dunia.
Kerudung rapi,baju rapi,tas sudah dipunggung,sepatu sudah bersiap untuk hari ini,ya, hari pertamaku menjadi seorang mahasiswa,dengan langkah tersemangatku aku menuju ke tempat parkir sepeda di samping kantor pondok,dan  langkah pertamaku, aku awali dengan bismillah, belum sampai di parkiran sudah ada seorang bapak menghampiriku,lalu berkata”yang mana sepedanya?”kata bapak itu sambil melihat parkiran sepeda,
”itu pak yang orange “ kataku sambil menunjuk sepeda orange kesayanganku bentuknya khas sepeda wanita yang didepannya terdapat keranjang untuk aku menaruh tas didalamnya,sepeda itu aku dapatkan dari ibuku,konon sepeda itu pula yang mengantarkan ibuku sekolah pada zaman tsanawiyah dulu.Kawan,sampai sekarangpun aku harus berkali kali menyadarkan diriku sendiri bahwa aku  ini ” mahasiswa”,yang dulu hanya bisa ku lihat di televisi.
Selesai bapak itu mengeluarkan sepeda tak lupa ku ucapkan terimakasih padannya dan dari tempat parkiran aku langsung menggayuh dengan semangat 45 bahkan lebih ,melebihi semangat bung tomo dalam memproklamirkan semangat arek arek suroboyo,aku langsung melenggangkan sepedaku ke arah timur lalu belok kiri menuju arah utara,selagi bersepeda aku sibuk mengintai kanan kiri jalan tempat sepedaku melaju,yang ku temui bukanlah pohon jambu bukan pula bukit bukit bukan pula ilalang tinggi bukan pula suara khas jangkrik  sawah dan capung berterbangan bebas diatas menguningnya hamparan padi seperti saat aku pergi ke sawah di desa kampung halaman ku di Kendal sana,,yang ku dapati disini bangunan bangunan mulai dari kantor Pengadilan Agama,kampus Universitas Ahmad Dahlan ,kampus Universitas Tekhnologi Yogyakarta,Kampus APMD,ohh,,inilah kota ku,,kota ku akan mencari ilmu,banyak ilmu untuk masa depanku kelak,seakan ingin selalu kucubit tanganku,,dan katakan “ini jogja ...ruf ini jogja”...
Tiba tiba dari arah belakangku ada sebuah sepeda motor dengan kecepatan lebih dari 80 km/jam melewatiku dan hampir saja akan terjadi kecelakaan,mungkin anggapan pengendara itu,jalan ini area balapan,dan seketika pula membuyarkan lamunanku.dengan terseol aku mencoba menyeimbangkan sepedanya.dan 10 menit kemudian aku sudah tiba di kampus.
“ Ayo ruf ,,kita udah telat nii” kata nurmala sambil memarkirkan sepedanya dengan terburu-buru.
”iya .. ndut,eh ndut kira-kira tadi siapa ya,seenaknya aja naik motor,kayak sengaja gitu nabrak aku ndut” rufi membahas motor yang tadi hampir menabrak sepedanya.Nurmala adalah teman rufi semasa SMP  mungkin keakrapan mereka sudah melebihi upin ipin,dimana ada rufia pasti ada nurmala dan begitu sebaliknya,dan panggilan ndut dari rufi untuk nurmala karena badan nurma yang gemuk seperti artis nunung di acara tv OVJ.
”aku ga taulah ruf,,jangan su’udzon juga dong,udah lah ga usah dipikir,udah telat ni,masak kesan pertama mau membawa luka??”kata nurmala tak lupa dengan kata kata puitis karyanya .
“iya,tau yang anak sastra..”goda rufi dengan lirikan ejekannya untuk nurmala
Maafkan aku pondokku aku belum bisa membawa namamu membumbung bangga di angkasa raya di galaxy bimasakti berputar bersama rotasi bumi,bersama rasi bintang yang mekar diawan,, siang itu ada tes baca tulis al-Qur’an di kampus dan aku mendapat nomor urut 1,
” ayo nomor urut satu!”seru bapak separuh baya yang akan mengujiku.
“a’udzubillahi mina syaithon nirajim..”ku awali dengan ta’awudz pembacaan Qur’an ini,dan    ku lanjutkan dengan membaca surat al-baqoroh.namun belum sampai selesai satu halaman bapak yang bernama Ali itu memberhentikan bacaanku.
“heh,kok masih salah salah gitu mbacanya??” pertanyaan datang kepadaku dengan nada tinggi khas orang paruh baya.
“maaf pak,tadi belum sempat tadarus”jawabku sambil enundukkan kepala
“orang mana?”Tanya pak ali lagi masih dengan nada yang sama.
“hmm saya orang Kendal pak”jawabku seadanya.
“disini ngekost apa mondok?” kembali bapak yang berlogat jawa ini menimpakan pertanyaan kepadaku
”mmmonnn..dok pak”aku mencoba menjawab dengan terbata-bata.
oh mondok ning di?”dengan nada yang tetap seperti tadi namun kini ditambah dengan tatapan tajam kepadaku
“salafy pak”jawabku pasrah
Dan bapak itu hanya mengangguk angguk,lalu bicara kembali
“mondok disitu kok baca Qur’annya belum lancar,hmm ya belajar ngajinya yang rajin ,jangan disepelekan ni baca Al-Qur’an dan belajar makhroj serta tajwidnya.”kata pak ali dengan muka sinis yang belum pernah ku dapati selama ini,bersama itu juga aku merasakan ada seribu jarum tertancap di hatiku,dan aku berkata dalam hati”ini salahku,bukan salah pondokku pak”.
Lalu aku dipersilahkan meninggalkan ruangan tes.
Kadang nasehat datang juga tidak dari nada bicara yang pelan,kadang juga datang lewat kritikan,dengan nada tinggi yang menyakitkan hatimu,kawan.Nah,itu yang membuatmu terbangun.
                                                                        ☺☺
Sudah hampir satu jam aku berada disini menatap luas langit gelap itu,dengan gemerlapnya bintang penghias malam dengan unik formasi rasinya,dan si bulan bersinar dengan bangganya karena hanya satu dan dikelilingi oleh ribuan bintang ,dan di bawah sana masih samar samar terdengar suara orang berbincang bincang,langit itu ya langit itu mungkin dialah pendengar curahan hatiku meski tanpa balas darinya,dan saksi bisu dari segala kegiatan ku selama ini,dulu mungkin 3 tahun yang lalu aku pernah mencoba berkata pada langit,”lang,kini aku melihatmu disini di Kendal,aku yakin esok aku akan menatapmu lagi ditempat yang penuh dengan ilmu penuh dengan hal-hal yang baru..”
suara microphone berbunyi,suasana mulai pengap di dalam ruangan ukuran 10 x 7 m yang kami sebut aula, dengan dibantu oleh dua kipas angin yang mulai encok karena terkadang mulai mengelurakan suara gemletuk, namun itu sangat membantu mentransfer angin untuk kami yang berada dibawahnya.saat itu pula beberapa santri yang menggunakan mukena putih terlihat seperti burung pelatuk  sedang mematuk matuk kayu. mereka tak kuasa menahan kantuk,tak terkecuali aku yang beusaha agar tak seperti mereka yang mengangguk angguk. bersama itu fikiranku sedang membual bual keluar dari aula menuju ke bayangan lelaki yang kemarin hampir menabrakku,dan kini lelaki itu benar benar menabrakku dan sepedaku, seketika itu pula aku terjatuh dan kepalaku bertatapan dengan aspal,namun pada saat itu aspal jalan telah berubah menjadi lantai aula,dan dengan malu aku tersadar,dan melihat sekelilingnya telah tertahan tahan menertawakanku
“rufi ngantuk ya”Tanya mbak fatma dengan memegang pundakku
“hmm,,iya mbak,maaf mbak”dengan mataku yang merah dan sayup sayup aku tetap menjawabnya.mbak fatma adalah ta’mir di pondok Salafy yang selalu mengawasi anak-anak saat berlangsungnya mujahadah.
Entah kenapa akhir akhir ini nurmala sering menjauhiku,apa karena peristiwa kemarin,aku pergi ke pasar dan tak mengajakknya.entahlah,aku tidak merasa salah dengannya,biar saja nanti kalau butuh ya datang  padaku.
Saat ngaji..

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي فُدَيْكٍ أَخْبَرَنَا الضَّحَّاكُ وَهُوَ ابْنُ عُثْمَانَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّام
“Tidak halal bagi seorang mukmin untuk tak bersapaan dgn saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari. [HR. Muslim No.4644].”kata ustad nur saat ngaji sore tentang bab ahklaq,sontak hatiku menggeliat, cahaya itu datang,cahaya disini aku sebut jika apa yang dikatakan ustad sesuai dengan suatu kesalahan apa yang aku lakukan dekat dengan nasihat itu dikatakan.entah itu sekedar kebetulan atau tidak, tapi tak ada di dunia ini yang namanya kebetulan ,,husnudzon saja ini datang dari Allah,untuk mengingatkan ku agar selalu dalam jalanNya lewat perantar ustad ustadku,selesai mengaji aku menghampiri nurma
“nurma kamu kenapa e kok diem sama aku”aku coba membuka percakapan
“ga papa,siapa juga yang ndiemin kamu,aku biasa aja kok ruf”jawab nurma dengan datar
“aku ga pernah mendapati kamu seperti ini nurma,pasti ada yang kamu simpan,ingatkan hadist yang tadi ustad jelaskan,tidak halal bagi seorang mukmin yang tak bersapaan dengan saudaranya lebih dari tiga hari”jawabku sambil mengingat ingat hadist tadi
“tapi kita diem dieman belum tiga hari kok ruf baru dua hari”jawab nurma yang santai sambil bangun dari duduknya seraya berdiri ingin meninggalkan kelas,
Kucoba pegang tangan nurma untuk menghalangi dia beranjak dari tempat duduk,serasa di dalam film dengan adegan slow motion
“tunggu nurma,kamu harus cerita sama aku”muka termelasku sudah kukeluarkan saat itu
“hmmmm,,ya aku cerita,gini ruf,sudah seminggu ini bapak ibuku jarang menghubungi ku,bahkan sebulan ini aku sudah tidak pernah ditransfer lagi jadii,,,”lama kelamaan suara nurma terbenam dalam tangisnya”
Ternyata itu masalah nurma, orang yang terkenal periang itu bisa menangis juga,aku coba menghiburnya
“oke,jadi itu masalahmu,jangan khawatir ndut,masih ada aku,aku sudah seperti saudaramu,pakai saja dulu uangku untuk keperluanmu,aku tak masalah,lagi pula kita punyakan tabungan yang sudah kita kumpulkan dari smp dulu?”kataku menenangkan nurma,sudah seperti kakak kepada adiknya.
“aku tak mungkin menggunakan tabungan itu”kata nurma dengan nada tersengguk karena sambil menangis.
“sudah pakai saja ndut”kataku bijaksana
Dengan isyarat anggukan berarti nurmala setuju dengan usulanku tadi,dan masalah berdiam diaman selama tiga kurang satu hari ini pun selesai.

Suara diesel nyaring menderu ,ilmu,cinta,canda,duka, rasa itu sudah ada dan sudah biasa ada di sini ya,,di hati ini,Dan semua ini adalah hiasan dunia,yang mana kamu hanya sebagai orang asing yang sekedar  singgah nikmati hidup ini kawan,hari ini adalah hari pertama di unggahnya nilai selama semester 1,dan saat itu pula aku sudah siap siap untuk melihat nilai nilainya.
“astaghfirullah,,”dengan megang kepalaku  seperti orang frustasi mendapati uang 1 miliyarnya hilang.
Kabel yang ruwet saja untuk membuka keruwetannya butuh kesabaran ketelatenan ,apalagi dengan masalah manusia pastilah harus sama seperti itu,,hawa yang dingin hujan deras disertai angin yang saat saat seperti itu mendukung untuk tidur,hawa mengantukpun datang,terdengar samar-samar suara rebana yang sedari tadi pagi tak henti-hentinya bedendang ,hawa gundahpun terasa dalam tubuh ini,anak gadis yang menginjak masa remajanya ,yang bisa ku lakukan hanya merenung karena sehabis melihat nilai ujiannya yang lumayan mengecewakan,aku merasa bersalah atas hasil nilainya yang jika orang tuaku tau pasti akan menyesal menyekolahkan anaknya jauh-jauh dan menghabiskan uang saja.
“aku hanya bisa merepotkan orang tuaku,sama sekali tak ada balas budi sebiji jagungpun aku kepada orangtuaku”kataku dalam hati sembari memandang ke rintik hujan yang turun saat itu.
Di dalam hatiku ada tekad untuk maju,tapi juga ada kebimbangan yang menyertai,jalan apakah yang akan aku tempuh untuk membalas segala jasa orang tuanya itu,sesalpun sesekali datang dalam benakku.”kenapa aku ambil jurusan ini?apakah aku hanya berfikir pendek sama seperti orang yang bunuh diri?apakah ini memang jalan dari Allah?.sesalnya terus dalam hati.ada pepatah yang mengatakan bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan,mungkin pepatah inilah yang pas untukku, mahasiswa jurusan psikologi di universitas yang terletak di Yogyakarta.
            Dalam benakku berkeyakinan bahwa dalam kejadian ini ada pesan Allah yang terselip disana,dari kejadian ini harus membuatku lebih maju dan giat belajar.
            “heeey”sentak nurmala yang membuyarkan lamunan rufia.”kenapa kamu ruf?udah sok kaya artis lagi acting galau ajaa?canda nurmala kepada rufia,nurmala memang seorang yang funny friendly,seperti tak punya beban dalam hidupnya.
”genduttt,,ga baik tau ngagetin orang tu,ntar kalau aku kena serangan jantung mendadak gimana?mau tanggung jawab?”gerutu rufia,karena tingkah nurmala yang emang kadang nyebelin.
”aku kan your friend ruf,ga suka aku liat temanku yang imut ini tambah imut gara-gara manyun galau melulu,cerita napa?”.canda nurmala lagi agar menghilangkan kesedihan yang ada pada air wajah rufia.
”apasih aneh emang kamu tu ndut,udah udah aku Cuma lagi gundah aja sama nilaiku,” rufia mencoba bercerita dengan nurmala.
” oh yaudah itu tandanya kamu harus belajar yang tekun,setekun ibu dan bapakmu merawatmu sampai segede ini.”tukas nurma menasehati rufia.
Disepertiga malamku ini,aku adukan semua keluh kesahku hari ini,bahkan semua kegiatanku selama aku hidup, kepada Allah,Sang Pencipta alam semesta ini segala kesenangan kesedihan Saat ku merasa paling kecil paling ga bisa paling bodoh paling teraniaya paling tak sempurna ditertawakan di cerca di hina di campakkan aku dapatkan semangat namun kadang tak tercapai,Pukul 02:22 mata rufi masih ada di depan layar bentuk persegi panjang ukuran 14 inch,berkutat dengan huruf abjad,yang dirangkai rangkai menjadi paragraph paragraph yang sesuai dengan judul ,suara diesel itupun masih saja menderum walau sampai jam segini,begitu pula otak ini yang masih menderum memutar balikkan ide untuk mengerjakan tugas makalah psikologi.
Hari ini adalah hari persentasi rufi tentang hasil makalah psikologinya,buku buku referensi sudah siap, materi sudah siap penuh di otak,tibalah saat persentasi
“Assalamu’alaikum,oke untuk siang hari ini saya akan mempersentasikan tentang pengaruh music terhadap psikologi manusia...”
Setelah kurang lebih 45 menit persentasi selesai tepuk tangan menyeruak memenuhi ruang kuliah tempat rufi persentasi,hatinya merasa puas dan lega dengan semua usahanya,karena saat itu pula dipilih untuk mewakili universitas dalam lomba karya ilmiah tingkat nasional.

Jauh mata memandang hanya bayanganmu yang ada, mata itu seindah aurora di kutub utara sana,kawan ingatkah perjuangan kita yang memang tak sebanding dengan perjuangan lintang lascar pelangi untuk berangkat sekolah dengan harus melewati buaya,atau sulitnya alif(negri 5 menara)menyambung hidupnya di bandung.Kawan,aku tak akan melupakan semua semua kisah di pesantren dan disanalah tempat kita tinggal selama ini..warna saja mempunyai tingkatan untuk menjadi cerah, ya mereka punya gradasi dalam susunan warnanya, dan semua itu perlu proses ,ya begitu pula hidup ini perlu proses untuk menjadi orang yang benar benar orang,kawan ku tulis semua ini untuk kisah kita agar selalu ada dan terkenang kapanpun,waktu memang tak bisa diulang,walaupun mau, tak mungkin kan kita pinjam alat doraemon ?untuk mengulang waktu itu,dan kita sekarang akan bertempur dengan pasukan godaan menuntut ilmu,persiapkan baju besi keistiqomahanmu ,tameng do’amu,dan pedang usahamu untuk menghadapi pasukan godaan menuntut ilmu.


                                                                                                Yogyakarta,17:24
                                                                                                @gradafida
                                                                                         Afifah Ikram Mufidah